free html hit counter Apakah Ini Dosa Besar

Apakah Ini Dosa Besar


apakah ini dosa besar
apakah ini dosa besar

apakah ini dosa besar – Di didalam kehidupan di dunia menuju akhirat tersedia aspek pahala dan dosa yang perlu disiapkan oleh manusia. Dosa adalah layaknya poin negatif yang dimana balasannya adalah kehidupan yang buruk di akhirat, yaitu di neraka. Sedangkan pahala adalah poin positif yang balasannya adalah kehidupan yang baik di akhirat. Pahala dan dosa didalam kehidupan manusia tentu tidak dapat tersedia yang bisa jelas secara tentu jumlah dan kadarnya kalau Allah saja beserta kekuasaannya.

Apakah Ini Dosa Besar

Adanya dosa-dosa didalam kehidupan manusia tentulah menjadi sebuah ujian yang perlu dihadapi untuk menjalankan misi sebagaimana Tujuan Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia didalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam yang udah ditetapkan oleh Allah.

Bahkan, setiap manusia tentu punyai dosa walaupun tentu kadar berasal dari setiap prilaku dapat berbeda-beda porsinya. Oleh dikarenakan itu, sebagaimana Allah sampaikan, menghindari dosa adalah bersama dengan melaksanakan tingkah laku baik lainnya, menghendaki ampun, dan memohonkan keselamatan di dunia akhirat. Manusia tidak dapat dulu tau berapa besar dosa dan pahalanya sebelum akan ia masuk ke didalam alam akhirat nanti.

Dalam aspek dosa, tersedia dosa-dosa besar yang bisa merugikan manusia dan tentu saja meraih teguran besar pula berasal dari Allah SWT. Berikut adalah 3 dosa besar didalam islam yang bisa disampaikan didalam artikel kali ini. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah didalam sebuah hadist,apakah ini dosa besar

“Dosa-dosa yang paling besar itu adalah) syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan persaksian palsu (perkataan dusta).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dosa Besar Syirik

Di didalam islam, syirik adalah dosa yang paling besar dan paling berat. Bahkan didalam beberapa ayat disampaikan bahwa syirik tidak terampuni dosanya. Namun, didalam titik khusus manusia bisa diampuni kalau amat taubatan nasuha dan bersama dengan kesungguhan bertobat yang konsisten.

Jika ulang syirik dan ulang bertaubat lantas ulang ulang syirik, tentu perihal ini menjadi pertanyaan besar apakah benar orang tersebut bertaubat dan sungguh-sungguh idamkan kembali. Hal ini tentu saja melanggar prinsip dan tidak terdapatnya komitmen dari rukun iman, rukun islam, dan fungsi agama islam itu sendiri.

Berikut adalah penjelasan berkenaan tingkah laku syirik sebagai Dosa Besar didalam Islam :

Syirik adalah Kezaliman Besar

Hal ini sebagaimana disampaikan didalam ayat Al-Quran,“Sesungguhnya kesyirikan merupakan kezhaliman yang besar.” (QS Luqman: 13)

Kezaliman berarti tidak memasang sesuatu secara benar dan sesuai bersama dengan kedudukannya. Menempatkan segala sesuatu selain Allah untuk disembah tentu bukanlah perihal yang benar. Untuk itu, kalau tersedia makhluk atau benda yang dijadikan sebagai Illah oleh manusia tentu mengakibatkan kerusakan kedudukan dan manfaat keillahan Allah bagi manusia. Illah yang mestinya menjadi tempat tergantung tambah dijadikan sebagai tempat berdoa atau menghendaki pertolongan. Tentu saja adalah kezaliman yang besar.

Sangat tidak logis kalau manusia mengambil penolong berasal dari selain Allah berasal dari makhluk atau benda yang amat lemah. Hal ini layaknya tergantung di akar yang lemah. Tentu tidak dapat dulu selamat yang tersedia cuma kesia-siaan dan bencana didalam hidup.

Syirik udah Menyekutukan Allah Sebagai Yang Paling Maha

“Dosa apa yang paling besar di segi Allah? Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:“Engkau menjadikan tandingan bagi Allah (menyekutukan Allah) padahal Allah lah yang udah menciptakanmu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist di atas dijelaskan bahwa syirik adalah menyekutukan Allah Yang Paling Maha. Manusia yang punyai kedudukan atau jabatan saja kadangkala merasa marah dan tidak sudi untuk dinomer duakan. Apalagi kalau yang disekutukan atau diduakan adalah Allah sebagai Pencipta Yang Paling Maha di seluruh alam semesta. Untuk itu, di letakkan sebagai dosa besar.

Orang yang syirik termasuk tidak dapat kemungkinan menjalankan perintah Allah secara benar dan kaffah (sempurna), dikarenakan perilakunya di duakan oleh Illah yang lain. Untuk itu, kesyirikan yang menduakan Allah udah membawa dampak tandingan Yang Maha Sempurna Selain Allah. Selain itu, menjadi pertanyaan mengapa bisa melaksanakan kesyirikan? Biasanya dikarenakan hawa nafsu dan dorongan setan yang tersedia didalam tiap-tiap diri.

Dosa Syirik Tidak Diampuni Selain Kehendak Allah

“Sesungguhnya Allah tidak dapat mengampuni dosa syirik dan Dia dapat mengampuni dosa yang di bawah kesyirikan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS An Nisa’: 48)

Dalam ayat di atas ditunjukkan bahwa dosa syirik tidak dapat diampuni oleh Allah kalau sesungguhnya Allah udah menghendaki. Hal ini pun dapat diampuni kalau amat melakukantaubatan nasuha dan tidak ulang ulang terhadap prilaku syirik.

Syirik Menghapus Amalan

“Dan sesungguhnya udah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: kalau kamu mempersekutukan (berbuat syirik) kepada Allah, niscaya dapat terhapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Az Zumar: 65)

Syirik menjadi penghapus bagi amalan-amalan baik. Hal ini dikarenakan prilaku syirik bukan berorientasi kepada kebenaran dan kepada Allah semata. Untuk itu, syirik bisa menghapus amalan baik yang sebelum-sebelumnya. Hal ini tentu menjadi sebuah evaluasi bagi umat muslim, sehingga tidak teledor melaksanakan syirik yang bisa merugikan kelak kehidupan kita di akhirat, selagi diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Syirik di Balas bersama dengan Neraka

Dosa syirik sebelum akan menghendaki ampunan dan taubatan nasuha tentu menjadi pemberat kelak saat di akhirat. Untuk itu balasan berasal dari dosa syirik yang amat berat adalah balasan kelak di neraka. Hal ini sebagaimana disampaikan didalam hadist dan Al-Quran berikut.

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka tentu Allah mengharamkan kepadanya Al Jannah, dan tempatnya adalah An Nar, tidaklah tersedia bagi orang-orang yang zhalim itu seorang penolongpun.” (QS Al Ma’idah: 72)

“Barangsiapa yang meninggal dunia didalam keadaan dia berdo’a (beribadah) kepada selain Allah (sebagai) tandingan / sekutu (bagi Allah), maka dia dapat masuk ke didalam An Nar. (HR. Al Bukhari)

Durhaka Terhadap Orang Tua dan Berbuat Dusta

Selain berasal dari kesyirikan, menurut hadist yang udah disampaikan di atas bahwa durhaka terhadap orang tua dan berbuat dusta adalah dosa besar. Hal ini sebagaimana disampaikan didalam hadist dan Al-Quran yang disebutkan tersebut ini yang termasuk merupakan bagian Dosa Besar didalam Islam :

Durhaka Terhadap Orang Tua

“Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya bersama dengan sesuatu apapun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua …” (QS An Nisa’: 36)

Kedua orang tua udah membesarkan kita dan menambahkan separuh hidupnya untuk berjuang membawa dampak anak-anaknya menjadi shaleh dan manusia yang sukses. Tentu dosa besar bagi mereka yang durhaka terhadap orang tua layaknya itu.

Berbuat Dusta

“Beribadahlah kepada Allah hanya satu dan jangan menyekutukan-Nya bersama dengan sesuatupun, tinggalkan ajaran-ajaran nenek moyangmu (yang tidak baik, pen), beliau termasuk memerintahkan kepada kita untuk shalat, jujur, merawat diri berasal dari tingkah laku yang haram, dan menyambung tali silaturrahim.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam hadist diatas tentu saja menjadi dosa yang besar kalau seorang berbuat dosa dikarenakan berbuat dusta adalah menutupi kebenaran, membiaskan realitas. Sedangkan, kebenaran dan objektifitas adalah awal berasal dari sikap yang adil dan menjauhkan kezaliman. Perilaku dusta justru membawa dampak tingkah laku yang tidak adil dan zalim.


log in

reset password

Back to
log in