free html hit counter Berbagai Macam Produk Yang Eco Friendly Untuk Lingkungan

Berbagai Macam Produk Yang Eco Friendly Untuk Lingkungan


Eco Friendly
pixabay.com

Eco Friendly Adalah – Secara bahasa eco friendly berarti ramah bagi lingkungan atau tidak membayakan bagi lingkungan sekitar. Ini tentu saja berarti termasuk bahwa product ini aman bagi tiap tiap mahluk hidup, layaknya manusia dan hewan. Istilah eco friendly product umumnya digunakan untuk produk-produk yang mendukung jenis hidup hijau (green lifestyle). Eco friendly product termasuk tidak menimbulkan polusi atau terlampau minim polusi lingkungan, baik itu untuk air, tanah, dan udara.

Eco friendly product dapat dicermati berasal dari bahan atau materialnya, sistem produksinya, distribusi, penggunaan atau pemanfaatan, faktor reuse/recycle atau penggunaan kembali, sampai sifatnya ketika telah menjadi sampah. Semuanya haruslah bersifat ramah lingkungan. Sebuah eco product umumnya terbuat berasal dari bahan yang lestari atau terbarukan dan tentu saja tidak beracun. Dibuat di dalam sistem yang tidak menyebabkan kerusakan ekosistem atau sistem alami lainnya yang terdapat di alam.

Saat ini banyak keluar produk-produk yang eco friendly. Produk ini ramah lingkungan, yang berarti aman bagi tiap tiap makhluk hidup di lingkungan sekitar. Istilah eco friendly umumnya digunakan untuk produk-produk yang mendukung jenis hidup hijau atau (green lifestyle). Produk-produk ecofriendly ini minim menimbulkan polusi tanah, udara, dan air.

Zaman sekarang, sampah telah bertumpuk dan berserakan di mana-mana. Kebanyakan berasal berasal dari sampah plastik, sterofom, kertas, dan kain, yang memadai lama terdaur ulang di tanah dan laut. Oleh sebab itu, selagi ini banyak orang yang menciptakan product yang eco-friendly. Produk-produk Eco Friendly Adalah terbuat berasal dari bahan yang mudah didaur ulang. Misalnya bambu, kulit kayu, kulit buah, dan bahan-bahan alami lainnya. Jika itu terbuat berasal dari kaca, kain, dan besi, umumnya dapat didaur ulang di dalam pabrik khusus. Itu pun ketahanan barang yang terbuat berasal dari kaca, kain, dan besi condong tahan lama sampai puluhan tahun, bergantung penggunaan dan perawatan. Lalu, bagaimana jika terbuat berasal dari plastik? Pastikan plastiknya aman dan berstandar untuk makanan. Sehingga jika didaur ulang, setidaknya dapat kurangi beban.

Gelas Kopi berasal dari Kaca dan Plastik Tahan Panas

Gelas Kopi berasal dari Kaca dan Plastik Tahan Panas
pixabay.com

Gelas kopi umumnya terbuat berasal dari kertas tahan panas yang berstandar untuk makanan. Meski demikian, gelas kopi kertas tidaklah tahan lama dan sekali pakai. Ada pula gelas kopi yang terbuat berasal dari plastik. Namun, persentase kimia plastik rawan mengalami reaksi kimia dengan air panas, sehingga memadai berbahaya jika dipakai terus-menerus. Sama halnya dengan kertas, bahan plastik termasuk sulit didaur ulang dan umumnya digunakan sekali pakai. Kini, telah ada gelas kopi yang terbuat berasal dari kaca dan plastik tahan panas. Gelas yang terbuat berasal dari plastik tahan panas dan kaca mengandung komponen tidak beracun, dan bebas berasal dari material mengandung BPA dan BPS. Gelas ini ada ukuran 227 ml – 400 ml.

Kulit Kayu

Kulit kayu dapat dijadikan sebagai product eco friendly sebab dimanfaatkan menjadi material product kriya layaknya tote bag, pouch, clutch, aksesoris, sampai ke koleksi tekstil ramah lingkungan. Salah satunya, kulit kayu tersebut datang di dalam normalitas pembuatan barkcloth atau ranta (bahasa lokal di Lembah Bada, Poso, Sulawesi Tengah). Ranta atau barkcloth terbuat berasal dari kertas pohon mulberi dan kulit kayu beringin. Kulit kayu ini diolah sedemikian rupa oleh pengrajin di Lembah Bada, Sulawesi Tengah. Tidak cuma itu, tetap banyak ulang kulit kayu yang dimanfaatkan sebagai produk-produk yang eco friendly.

Kapas Kain Katun

Kapas Kain Katun
pixabay.com

Kapas pembersih wajah tetap datang di supermarket, minimarket, dan toko kecil. Kapas yang menjadi kebutuhan tiap tiap perempuan ini sebenarnya mengandung pemutih dan persentase kimia lainnya. Tidak cuma itu, kapas yang sering kita memakai seringkali digunakan sekali pakai, lebih-lebih resiko untuk didaur ulang termasuk kecil.

Kapas kain katun dapat menjadi alternatif penggunaan kapas sekali pakai. Kapas kain katun dapat dicuci dengan deterjen, sabun, lerak, atau soda kue yang dicampur dengan cuka. Caranya, dicuci langsung dengan tangan atau mesin cuci dengan jaring laundry.

Lerak

Lerak adalah buah yang bersifat serupa layaknya kacang walnut yang tumbuh dengan ketinggian pohon raih 10 meter. Lerak biasa disebut soapberries atau soapnuts, sebab lerak mengandung saponin yang dapat menghasilkan busa. Beruntungnya, lerak dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pencuci yang alami dan aman untuk lingkungan. Bahkan, perasan lerak dapat digunakan sebagai pembersih lantai, ruangan, rambut, muka, atau binatang peliharaan

Sebagai product yang ecofriendly, lerak punyai zat antimikroba, lembut untuk kulit sensitif, dan biodegradable. Ketika diolah, lerak punyai aroma layaknya buah nanas. Namun ketika lerak dijadikan sebagai bahan pencuci, justru tidak meninggalkan aroma serupa sekali. Karena itu, lerak lazim digunakan sebagai bahan pencuci kain batik alami.

Sedotan Bambu

Sedotan bambu kini sedang menjadi tren dan banyak dicari. Wajar, product yang ecofriendly ini ditengarai menjadi sebuah gerakan besar untuk mendukung gerakan minim sampah dan jelas sampah plastik. Langkah kecil yang lama-lama menjadi besar bukan?

Secara garis besar, produksi sampah terbesar di lautan Asia adalah sampah sedotan plastik. Kehadiran sedotan bambu dikehendaki dapat kurangi jumlah sampah tersebut. Sedotan bambu terbuat berasal dari 100 persen material bambu, dapat terurai secara alami (biodegradable), dapat digunakan berulang kali, dan dapat dicuci.

Tumbuhan Indigofera Tinctoria

Eco Friendly Adalah
pixabay.com

Tumbuhan Indigofera tinctoria atau indigo adalah tumbuhan perdu yang dapat menghasilkan warna biru. Tumbuhan ini dikenal dengan sebutan pohon nila, tumbuh di lebih dari satu area layaknya Bali, Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan lain-lain. Tumbuhan ini tumbuh membentuk semak-semak dan berkembang biak lewat biji. Biasanya, penduduk memakai daun dan ranting untuk diolah menjadi pewarna alami biru.

Tumbuhan indigo telah diekspor sejak th. 1918 di dalam bentuk indigo kering dan basah. Pasar yang memakai tumbuhan ini termasuk terbatas, tapi menjanjikan sebab tetap banyak yang butuh pewarna alami yang aman tapi warna tetap cerah. Sebagai product yang Eco Friendly Adalah tumbuhan indigo dimanfaatkan sebagai pewarna kain industri baju yang ramah lingungan. Produk yang dihasilkan adalah celana ikat, baju luaran atau kimono outer, dress, selendang, kain jumputan, dan lain-lain.

log in

reset password

Back to
log in