free html hit counter Cara Membuat Genset Rakitan Detail Banget

Cara Membuat Genset Rakitan Detail Banget


Cara Membuat Genset Rakitan

Cara Membuat Genset Rakitan – Sebuah kebetulan yang tidak disangka bisa bersua dengan seseorang yang pintar, penuh inovasi dan berkeinginan membangun desa.

Sosok Juharno yang membawa sebuah proposal untuk berusaha kurangi beban masyarakat dapat tingginya biaya listrik saat ini. Berikut proposal yang idamkan diajukan kepada kepala desa patimuan.

Awalnya aku terinspirasi oleh masyarakat kala biaya kenaikan listrik sangat membebani masyarakat di Indonesia, dan Genset saat ini masih memanfaatkan bahan bakar dengan biaya bahan bakar yang tiap-tiap tahunnya naik, maka untuk meringankan masyarakat kita coba untuk membawa dampak alat ini.

Setelah kita melihat komitmen kerjanya, ternyata cocok dengan komitmen gerak umpan balik yang bisa menghasilkan daya listrik. Akhirnya aku mendalami alat berikut dan mengangkatnya sebagai object pembuatan.

Disini aku dapat terangkan komitmen kerja berasal dari pembangkit listrik umpan balik tenaga dinamo yang di mana kita bisa membawa dampak sendiri generator listrik tanpa bahan bakar, di mana daya listrik yang dikeluarkan bisa menggapai 5000 watt – 20.000 watt dengan memanfaatkan dynamo st 15 sebagai penggerak genarator penghasil daya listrik dirumah kita atau bisnis kita.

Rangkaian dinamo berikut saling terjalin dengan poros roda gl dan generator tetapi untuk mobilisasi dinamo berikut digunakan inverter yakni alat yang merubah arus DC ke AC ke aliran listrik yang dibutuhkan oleh dinamo didalam memutar roda gl agar momentum putaran berasal dari roda gl bisa digunakan untuk memutar generator sebagai pembangkit listrik.

Hasil listrik yang digunakan oleh generator dapat digunakan oleh dinamo sebagai daya listrik. Dalam memutar poros roda as, untuk menyalakannnya kita hanya tinggal memutar roda gl.

Dengan Cara Membuat Genset Rakitan dan memasang dinamo tambahan yang bisa memutar roda gl sesudah dynamo ST bisa menghasikan putaran rpm yang memadai didalam menghasikan listrik kita bisa mematikan dinamo tambahan berikut (cara kerja mirip denan dinamo starter terhadap kendaraan bermotor).

Cara Membuat Genset Rakitan Alat Dan Fungsinya

Generator = sebagai alat untuk bisa memunculkan tenaga listrik
Dinamo = Fungsinya untuk menggerakan sebuah generator
Aki / Accu
Roda gl pembantu = fungsinya untuk meringankan dan mempercepat putaran dinamo
Inverter DC-AC = Fungsinya untuk membuat perubahan arus DC menjadi AC, untuk menggerakan dynamo star awal
MCB = Fungsinya on/off tegangan tinggi
Rangkaian relay otomatis = Fungsinya agar alat berikut bisa bekerja secara otomatis. Ketika dynamo telah berlangsung cocok dengan rpm terhadap generator maka system dynamo bisa dimatikan, menjadi yang dapat bekerja adalah sistem generatornya

Biaya Pembuatan Alat Membuat Genset Rakitan

Untuk biaya pembuatan alat tergantung dengan harga pasaran untuk peralatannya, dan harga dibawah ini adalah harga sedikitnya dan belum termasuk biaya tukang.

Generator Rp. 7.000.000;
Dinamo Rp. 3.000.000;
Aki/ Accu (littium) Rp. 1.500.000;
Inferter DC-AC 3000 watt Rp. 1.500.000;
Rangkaian otomatis relay Rp. 500.000;
Roda Gl Rp. 1.000.000;
MCM Rp. 300.000;
Box Rp. 1.000.000;
Kabel Rp. 200.000;
Kerangka Rp. 1.000.000;
TOTAL Rp. 17.000.000;

Pemasaran

Masyarakat transmigrasi atau terosilir listrik untuk meringankan biaya bahan bakar
Kantor kantor dan perumahan yang perlu genset kala listrik mati berlangsung
Perusahan perusahaan menengah untuk meringankan biaya bahan bakar sekiranya memanfaatkan genset berbahan bakar.

Agar bisa menghasilkan listrik yang memiliki kwalitas tinggi ( tegangan dan frekuensinya stabil ), maka generator mesti bekerja terhadap kecepatan putar ( rpm ) tertentu cocok himbauan pabrik.

Agar bisa berputar, generator mesti dihubungkan dengan mesin penggerak yang bisa bersifat motor bakar, turbin air, turbin uap, kincir angin, kincir air, dsb.

Agar pembangkit listrik memiliki kinerja dan efisiensi maksimal, mesti didesain sedemikian rupa agar mesin penggerak maupun generator bekerja terhadap kecepatan putar ideal ( peak speed ) masing-masing.

Untuk menggapai kondisi ideal tersebut, dibutuhkan type penghubung yang cocok dengan perbandingan kecepatan antara shaft mesin penggerak dengan shaft generator. Adapun perbandingan kecepatan putar berikut tersedia 3 macam yakni :

1. Kecepatan putar mesin penggerak mirip dengan kecepatan putar generator.

Untuk kondisi ini, bisa digunakan lanjutan segera di mana poros mesin penggerak tersambung segera ( coaxis ) dengan poros generator yang umum digunakan terhadap genset motor bensin portable.

Alternatif kedua, bisa digunakan direct couple seperti yang digunakan terhadap mesin pemotong rumput. Alternatif ketiga, bisa digunakan lanjutan tidak segera yakni sistim pulley-belt atau sistim gear-rantai atau sistim gear to gear ( diameter kedua pulley atau kuantitas gigi kedua gir musti mirip ).

2. Kecepatan putar mesin penggerak lebih rendah daripada kecepatan putar generator.

Untuk kondisi ini, dibutuhkan sistim multiplikasi putaran sebagai penghubung. Jika perbedaan kecepatan putar berikut tidak sangat jauh ( lebih berasal dari 1 : 3 ), bisa digunakan sistim multiplikasi tunggal yang memadai sederhana.

Adapun sistim multiplikasi berikut bisa bersifat sistim pulley-belt yang terdiri berasal dari sebuah pulley besar terhadap shaft mesin penggerak dan sebuah pulley kecil terhadap shaft generator yang dihubungkan oleh sebuah belt.

Alternatif kedua, bisa bersifat sistim gear-rantai yang terdiri berasal dari sebuah gear ( sproket ) besar terhadap shaft mesin penggerak dan sebuah gear ( sproket ) kecil terhadap shaft generator yang dihubungkan oleh sebuah rantai.

Alternatif ketiga, bisa bersifat sistim gear to gear yang terdiri berasal dari sebuah gear besar terhadap shaft mesin penggerak dan sebuah gear kecil terhadap shaft generator yang saling bersinggungan.

Jika perbedaan kecepatan putar berikut memadai jauh ( kurang berasal dari 1 : 3 ), mesti digunakan sistim multiplikasi bertingkat yang memadai rumit.

Untuk kepentingan itu, bisa digunakan gear box type HELICAL sebagai keliru satu alternatif yang banyak dipakai. Sedangkan gear box type WORM tidak bisa dipakai untuk sistim multiplikasi gara-gara bersifat irreversibel ( tidak bisa dibalik ).

Alternatif lain, bisa termasuk digunakan sistim pulley-belt bertingkat atau sistim gear-rantai bertingkat. Adapun banyaknya tingkat, tergantung berasal dari Total Multiplication Ratio ( TMR ) yang diperlukan.

3. Kecepatan putar mesin penggerak lebih tinggi daripada kecepatan putar generator.

Untuk kondisi ini, dibutuhkan sistim pereduksi putaran sebagai penghubung. Jika perbedaan kecepatan putar berikut tidak sangat jauh ( kurang berasal dari 3 : 1 ), bisa digunakan sistim pereduksi tunggal yang memadai sederhana.

Adapun sistim pereduksi berikut bisa bersifat sistim pulley-belt yang terdiri berasal dari sebuah pulley kecil terhadap shaft mesin penggerak dan sebuah pulley besar terhadap shaft generator yang dihubungkan oleh sebuah belt.

Alternatif kedua, bisa bersifat sistim gear-rantai yang terdiri berasal dari sebuah gear ( sproket ) kecil terhadap shaft mesin penggerak dan sebuah gear ( sproket ) besar terhadap shaft generator yang dihubungkan oleh sebuah rantai.

Alternatif ketiga, bisa bersifat sistim gear to gear yang terdiri berasal dari sebuah gear kecil terhadap shaft mesin penggerak dan sebuah gear besar terhadap shaft generator yang saling bersinggungan.

Jika perbedaan kecepatan putar berikut memadai jauh ( lebih berasal dari 3 : 1 ), mesti digunakan sistim pereduksi bertingkat yang memadai rumit.

Untuk kepentingan itu, bisa digunakan gear box baik yang type HELICAL maupun type WORM sebagai keliru satu alternatif yang banyak dipakai.

Alternatif lain, bisa termasuk digunakan sistim pulley-belt bertingkat atau sistim gear-rantai bertingkat.

Adapun banyaknya tingkat, tergantung berasal dari Total Reduction Ratio ( TRR ) yang diperlukan.
Pada sebagian besar pembangkit listrik, kecepatan putar mesin penggerak tidak mirip dengan kecepatan putar generator.

Oleh gara-gara itu, keliru satu hal yang mesti dijalankan didalam perencanaan sistim pembangkit listrik adalah menjembatani perbedaan kecepatan putar ( rpm ) ideal antara shaft generator dengan shaft turbin.

Untuk itu, mesti dibuat desain suatu sistim pereduksi atau sistim multiplikasi yang berfaedah mentranformasi kecepatan putar ideal shaft turbin menjadi kecepatan ideal shaft generator tanpa banyak kehilangan daya.

Secara prinsip, sistim pereduksi atau sistim multiplikasi adalah seluruh sistim mekanik merasa berasal dari pulley atau gear yang terpasang terhadap shaft turbin, lantas gear box ( jika tersedia ), sampai dengan pulley atau gear yang terpasang terhadap generator.

Jadi bukan hanya gear box saja yang merupakan anggota berasal dari sistim pereduksi atau sistim multiplikasi putaran. Demikian termasuk sebaliknya, sistim pereduksi atau sistim multiplikasi putaran tidak selalu bersifat gear box.

Adapun perbedaan antara sistim pereduksi dan sistim multiplikasi adalah terhadap transformasi kecepatan yang dihasilkannya.

Sistim pereduksi mentransformasikan kecepatan putar tinggi menjadi kecepatan putar yang lebih rendah. Sedangkan sistim multiplikasi mentransformasikan kecepatan putar rendah menjadi kecepatan putar yang lebih tinggi.

Sistim pereduksi digunakan jika kecepatan putar mesin penggerak ( termasuk turbin ) lebih tinggi daripada kecepatan putar generator.

Situasi seperti itu umum ditemui terhadap PLTA, PLTU, PLTGU, dan PLTP. Sedangkan sistim multiplikasi digunakan jika kecepatan putar mesin penggerak lebih rendah daripada kecepatan putar generator.

Situasi seperti itu umum ditemui terhadap PLTMH yang memanfaatkan kincir lintasan sebagai tenaga penggerak.

Dalam artikel ini hanya dapat dibahas tentang sistim pereduksi saja. Adapun sistim multiplikasi dapat dibahas didalam artikel tersendiri jika tersedia yang request.


log in

reset password

Back to
log in