free html hit counter Doa Sebelum Tidur , Utamakan Berdoa Sebelum Kamu Tidur !

Doa Sebelum Tidur , Utamakan Berdoa Sebelum Kamu Tidur !


doa sebelum tidur
doa sebelum tidur

doa sebelum tidur – Tidur adalah aktifitas sehari-hari bagi semua umat manusia. Manusia butuh istirahat terhadap malam hari sehabis terhadap sementara siang hari repot bekerja atau melakukan beraneka aktifitas.
Ketika hendak pergi tidur, direkomendasi untuk membaca doa sebelum akan tidur, supaya tidurnya di dalam perlindungan Allah. Karena saat kami tidur, kami seolah mati, sebab tidur adalah sahabatnya mati.

Kumpulan Doa Sebelum Tidur

Seperti yang direkomendasi Rasulullah, saat hendak tidur kami direkomendasi memanjatkkan doa sebelum akan tidur. Namun selain membaca doa, kami direkomendasi untuk bersuci atau berwudhu dahulu sebelum akan tidur. Dengan harapan kami di dalam situasi suci saat tidur.doa sebelum tidur

Rasulullah bersabda:

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Artinya:

“Barangsiapa yang tidur di dalam situasi suci, maka malaikat bakal bersamanya di di dalam pakaiannya. Dia tidak bakal bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan sebab tidur di dalam situasi suci.’” (HR. Ibn Hibban)

Ada banyak sekali amalan, baik itu dzikir atau doa yang direkomendasi untuk dibaca saat hendak tidur atau sebelum akan tidur. Doa sebelum akan tidur itu diantaranya adalah :

1. Doa Sebelum Tidur Untuk Menghayati Kematian

Rasulullah telah mengajarkan doa singkat yang penuh makna, kami pun mungkin sering mendengar dan membacanya sebelum akan tidur.
Bacaan Doa Sebelum Tidur Arab
بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Bacaan Doa Sebelum Tidur Latin
“Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut”.

Arti Bacaan Doa Sebelum Tidur
“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup, dan bersama nama-Mu aku mati”. (HR.Bukhari dan Muslim).

Makna Doa Sebelum Tidur
Setidaknya tersedia tiga makna berkenaan bersama doa sebelum akan tidur ini:

a. Tidur itu mirip bersama mati (tidur adalah saudaranya mati).

Rasulullah menjelaskan:

“Tidur itu temannya mati.” (HR. Baihaqi,Thabrani dan Bazzar).

Mengapa tidur dikatakan sebagai saudaranya mati?

Karena, sementara tidur panca indra serta kesadaran manusia tidak berfungsi, dengan kata lain mirip bersama mati. Hanya denyut jantung, tarikan napas, dan segi fisik lainnya saja yang masih hidup.

Al Quran menggambarkan peristiwa tidur sebagai berikut:

اَللّٰہُ یَتَوَفَّی الۡاَنۡفُسَ حِیۡنَ مَوۡتِہَا وَ الَّتِیۡ لَمۡ تَمُتۡ فِیۡ مَنَامِہَا ۚ فَیُمۡسِکُ الَّتِیۡ قَضٰی عَلَیۡہَا الۡمَوۡتَ وَ یُرۡسِلُ الۡاُخۡرٰۤی اِلٰۤی اَجَلٍ مُّسَمًّی

Artinya:

“Allah memegang jiwa (orang) saat matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di sementara tidurnya; maka Dia tahanlah (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melewatkan jiwa yang lain hingga sementara yang ditetapkan…”, (QS. Az-Zumar ayat 42).

Ayat di atas memberi tambahan penjelasan bahwa mati itu tersedia dua jenisnya.

Berbentuk tertahannya ruh atau jiwa seseorang supaya tidak bisa lagi lagi kepada wadahnya (tubuh), dan yang demikianlah ini dinamakan mati.
Allah melewatkan ruh seseorang berasal dari genggaman-Nya supaya terlalu mungkin ruh itu lagi lagi ke wadahnya (tubuh) semula. Dan yang demikianlah ini dinamakan tidur.
Bisa dimisalkan jikalau seorang yang tidur itu seperti layang-layang yang terbang jauh ke angkasa, tetapi talinya senantiasa dipegang oleh pemain. Sedangkan mati adalah layang-layang yang telah putus talinya sehinggaia terbang tidak kembali.

b. Ketika hendak tidur, kami diajak untuk menghayati makna kehidupan dan kematian.

Sebab, sebelum akan tidur kami adalah orang yang hidup dengan kata lain hidup panca indranya. Dan, sementara tidur kami sedang dimatikan oleh Allah untuk sementara waktu. Untuk itu direkomendasi untuk membaca doa hendak tidur.doa sebelum tidur

Maka, tidur adalah semisal kematian yang Allah ajarkan kepada manusia di dunia ini supaya menjadi pelajaran bernilai di akhirat kelak.

c. Pasrah kepada sang pemilik kehidupan dan kematian

Doa ini mengandung pesan kepasrahan kepada sang pemilik kehidupan dan kematian. Sungguh, manusia terlalu lemah, sebagaimana tergambar sewaktu kami tidur.

Saat tidur, kami tidak bisa menguasai diri kami sendiri. Kita tak berkuasa lagi untuk mengendalikan tubuh ini. Bahkan, kami pun tidak bisa menentukan judul mimpi kita.

Berdasarkan ketiga pesan ini, selayaknya jikalau dimengerti betul, semua sifat-sifat sombong, iri, dengki, takabur, dan sebagainya yang tersedia terhadap diri manusia bakal luruh dan sirna bersama sendirinya.

Karena, seutuhnya bermuara terhadap kesadaran hakiki bahwa kami hanya hamba lemah yang sewaktu-waktu bisa dihidupkan dan dimatikan kapanpun oleh Allah.

2. Doa Sebelum Tidur Untuk Mohon Perlindungan

Di sementara tidur, kami terlalu butuh perlindungan Allah berasal dari segala macam bahaya atau bencana yang sewaktu-waktu bias perihal kita.

Benar bahwa di tiap tiap sementara kami senantiasa butuh perlindungan dan penjagaan Allah Swt. Dan, Allah adalah al-Khafidz, Dzat yang memberi tambahan penjagaan bagi tiap tiap makhluk-Nya.

Namun, sementara tidur adalah sementara di mana kami tidak miliki kebolehan dan kebolehan apa pun untuk menjaga diri kita.

Jika tersedia seseorang yang menghendaki berbuat jahat terhadap kita, tentu mereka bakal terlalu gampang untuk melakukannya. Bahkan, jikalau tersedia seekor nyamuk yang hendak menggigit tubuh kita, maka kami pun tidak bisa menolaknya.

Rasulullah adalah orang yang terlalu penyayang terhadap umatnya, beliau tidak meremehkan perihal ini. Beliau mengajarkan bagaimana menjaga diri supaya selamat berasal dari bahaya sementara tidur.

Diriwayatkan berasal dari Aisyah Ra. berkata:

كَانَ إِذَا أخَذَ مَضْجَعَهُ نَفَثَ في يَدَيْهِ ، وَقَرَأَ بالمُعَوِّذَاتِ ، ومَسَحَ بِهِمَا جَسَدَهُ . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Jika beliau Saw. hendak tidur, maka beliau meniupkan napas ke dua tangannya dan membaca al-mua’awwidzat selanjutnya mengusapkannya ke tubuhnya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Tidakkah kalian ketahui bahwa Nabi Muhammad meniupkan di ke dua tangannya dan membacakan ‘Al-Mu’awwidzaat’. Serta mengusapkan bersama keduanya terhadap tubuh beliau, dan beliau juga mohon perlindungan dengannya berasal dari apa yaang mungkin yang berjalan nanti.

Surah Mu’awwidzaat adalah dua surah paling akhir yang di dalam Al Quran yakni surah Al Falaq dan surah An Naas. Dua surah ini masuk golongan Makkiyah, dan membawa kedudukan yang tinggi di antara surah-surah lainnya.doa sebelum tidur

Bacaan surah Al Falaq

Surah-Al-FalaqBacaan surah Al Falaq Arab
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Bacaan surah Al Falaq Latin
“Qul auudzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.”

Arti Surah Al Falaq

“Aku berlindung kepada Allah Yang Menguasai subuh, berasal dari kejahatan makhluk-Nya, dan berasal dari kejahatan malam bila telah gelap gulita, dan berasal dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus terhadap buhul-buhul, dan berasal dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

Bacaan Surah An Naas

Surah-An-NaasBacaan Surah An Naas Arab
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Bacaan Surah An Naas Latin
“Qul auudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.”

Arti Surah An Naas
“Aku berlindung kepada Allah (yang pelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke di dalam dada manusia, berasal dari (golongan) jin dan manusia.”

Di samping al-Mu’awwidzat, kami juga direkomendasi supaya memohon perlindungan kepada Allah bersama membaca ayat kursi.

Bacaan ayat kursi

Ayat-Kursi-Bacaan-Pengusir-SetanBacaan Ayat Kursi Arab
اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Bacaan Ayat Kursi Latin
“Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.”

Arti Bacaan Ayat Kursi
“Allah, tidak tersedia Tuhan (yang berhak atau boleh disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Yang tidak mengantuk dan tidak juga tertidur. Kepunyaan-Nya adalah apa yang tersedia di langit dan apa yang tersedia di bumi. Tiada yang bisa memberi syafaat di segi Allah tanpa izin-Nya.”


log in

reset password

Back to
log in