free html hit counter Ucapan Belasungkawa Lengkap

Ucapan Belasungkawa Lengkap


ucapan belasungkawa
ucapan belasungkawa

ucapan belasungkawa – Setiap orang pasti pernah mengucapkan kata-kata belasungkawa kepada orang-orang atau kerabat dekat mereka. Hal ini banyak ditunaikan lantaran rasa empati pada keluarga yang ditinggalkan, pastinya mereka mulai kehilangan dan sangat sedih. Dengan terdapatnya kata-kata belasungkawa dari orang lain dapat sedikit menenangkan.

Kumpulan Ucapan Belasungkawa

Dalam situasi sedih karena ditinggal oleh kerabat terdekat, pastinya seseorang atau keluarga membutuhkan orang lain untuk memberi tambahan ketenangan, baik dari tindakan maupun ucapan. Memang tidak seluruh orang bisa menguatkan anda di dalam situasi seperti itu. Namun paling tidak anda dapat mulai lega disaat ada kata-kata baik yang disampaikan, rasanya beban sedikit berkurang.

Nah bagi anda yang idamkan mengemukakan ucapan belasungkawa supaya bisa menguatkan orang lain, berikut ini ada sebagian kata-kata ucapan belasungkawa yang bisa anda gunakan
1. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita. Segala suatu hal yang bernyawa telah Allah tetapkan batas waktunya. Maka bersabarlah atas kejadian yang menimpamu ini. Percayalah pasti ada hikmah di balik seluruh ini.”
2. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sahabat kecilku, engkau meninggalkanku begitu cepat. Semua kebersamaan yang pernah kita lewati kini telah jadi sebuah kenangan. Semoga segala amal ibadahmu di terima di segi Allah.”
Nyeri sendi hilang! Lutut seperti remaja 18 tahun! Baca
3. “Inna lillahi wainna ilaihi roji’un … Kami turut berduka cita, semoga ini menjadikan kita tambah taat beribadah kepada Allah swt. Aamiin.”
4. “Inna lillahi wainna ilaihi roji’un … Saya dan keluarga turut berduka cita. Semoga amal dan ibadah almarhum/almarhumah di terima di segi Allah swt dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.”
5. “Turut berbelasungkawa, atas wafatnya ibunda dari papa Fulan, kawan baik kita. Semoga yang ditinggalkan selamanya bersabar. Bagi yang dapat melayat ke Banten mau hubungi lewat pesan spesial untuk bisa berangkat bersama. Terimakasih.”
6. “Sebagaimana Engkau membersihkan baju yang berwarna putih dari segala kotoran, berikanlah tempat tinggal yang lebih baik dari pada rumahnya di dunia. Berilah keluarga atau istri di surgaMu nanti, yang lebih baik dari keluarganya di dunia. Masukkan ia ke surgaMu dan jauhkan ia dari api neraka.”
7. “Ya Allah ampunilah dia dan berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia dari sebagian hal yang tidak ia sukai di alam sana. Maafkanlah ia dan letakkan ia di area yang terbaik, dan juga mulai yaitu surgaMu. Luaskan kuburnya dan mandikan ia bersama air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kekeliruan yang telah dilakukannya.”
8. “Peliharalah dia bersama rahmatMu dari siksaan neraka yang jahim, berilah tempat tinggal yang lebih baik dari rumahnya di dunia. Berilah ia keluarga yang lebih baik dari keluarganya di dunia, dan ampunilah para pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kita dari keimanan.”
9. “Yang lantas biarlah berlalu, yang bisa kita laksanakan sekarang adalah mendoakan dia yang telah pergi meninggalkan kita selama-lamanya.”
10. “Semua ini adalah konsep baik Tuhan, dan kita harus terima kepergiannya bersama ketabahan dan hati lapang.”
11. “Kami atas nama keluarga besar turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya (sebutkan namanya). Kami mau anda selamanya bersabar dan selamanya tabah di dalam hadapi kepergiannya. Ingatlah selamanya ayat alquran yang berbunyi, kullu nafsin dzaiqotul maut. Semoga bersama mengingat ayat itu anda selamanya merelakan kepergiannya.”
12. “Sabar selamanya saudaraku, saya mengetahui ini jadi hal yang sangat berat bagimu dan seluruh keluargamu. Tapi janganlah berlarut-larut, ingatlah apa yang selamanya diucapkan Rasulullah yang isikan pesannya yaitu sebenarnya mayat itu disiksa karena tangisan dari keluarganya. Yang tidak bisa mengikhlaskan kepergiannya, maka ikhlaskanlah ia yang telah pergi.”
13. “Tetesan air mata dari hati tidak dapat pernah bisa mengembalikan seseorang yang telah pergi selama-lamanya. Tetaplah tegar sahabatku, anggaplah kepergian dia sebagai pengingat bahwa kita hanya manusia biasa yang juga dapat hadapi kematian. Jadi jalani hidup bersama keberanian dan ingatlah bahwa kita pun dapat mengalami kematian..”
14. “Inna lillahi wainna ilaihi roji’un … Turut berduka cita atas meninggalnya ….. semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Percayalah pasti Allah dapat mempertemukan kalian ulang kelak.”
15. “Jika hari kemarin adalah sebuah hujan, di esok hari Tuhan selamanya menjanjikan sebuah kesuburan dan kebahagiaan di atas tanah yang di hujani-Nya.
Maka bersabarlah.”
16. “Bagi orang yang sedang diberikan cobaan oleh-Nya janganlah memicu hujan tangis yang deras. Sebab Tuhan dapat segera memberi tambahan sebuah kebahagiaan untukmu di sana.”
17. Sebuah kelahiran adalah kemauan Tuhan dan bukan sebuah kemauan kita. Kematian juga bukanlah kemauan dan pilihan kita. Namun kehidupan kita adalah sebuah pilihan kita sendiri. Orang yang meninggalkan anda lebih suka disaat melihat anda bersuka ria daripada bersedih. Hanya doa yang bisa kita panjatkan semoga seluruh kebaikannya di terima di sisi-Nya. Sebab hanya itu saja yang pantas untuk segala jasanya selama masa hidupnya.”
18. “Kehilangan seseorang untuk selamanya bukanlah suatu hal yang mudah. Rasanya sungguh berat. Tapi, tak ada jalur yang lebih baik tak sekedar mengikhlaskannya..”
19. “Temanku, kepulanganmu kepada Sang Pencipta sungguh mulai begitu cepat. Kebersamaan yang telah di lewati bersama, kini yang tinggal semata-mata kenangan. Semoga segala amal ibadahmu di terima oleh-Nya. Amin.”
20. “Sesungguhnya Allah punyai hak untuk berikan dan mengambil suatu hal dari hamba-Nya. Karena, segala suatu hal berikut semata-mata sebuah titipan. Semoga engkau diberikan kesabaran dan ketabahan atas kepergian almarhum.”
21. “Turut berduka cita atas kembalinya (diisi nama) ke Bapa di Surga. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberi tambahan kemampuan dan penghiburan pada keluarga yang ditinggalkan.”
22. “Aku turut berdukacita atas kepergian saudaramu. Aku dapat selamanya di sini kecuali anda membutuhkan.”
23. “Aku nggak bisa berkhayal betapa sedihnya anda sekarang. Tapi saya idamkan anda tahu, saya siap anda telpon kapan saja. Turut berduka sedalam-dalamnya, ya.”
24. “Kebaikan dan ketulusan hati beliau dapat selamanya saya ingat selamanya di dalam hati. Semoga beliau telah tenang di sisi-Nya ya. Aku turut bersedih dan berduka cita sedalam-dalamnya.”
25. “Nggak ada yang bisa mengetahui beratnya perpisahan, terlebih perpisahan seperti ini. Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk anda dan keluarga ya. Semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan untuk lewat masa-masa susah ini.”
26. “Jiwa yang indah dan penuh kasih sayang telah suka bersama Tuhan yang lebih menyayanginya. Aku nggak bisa berkhayal betapa di dalam dukamu dan keluarga yang ditinggalkan, tapi doaku semoga kalian tabah dan kuat lewat masa berduka ini.”
27. “Mendengar kabar sedih hari ini dan hatiku turut berduka sedalam-dalamnya. Andai saja saya mengetahui langkah untuk menghiburmu. Doaku supaya anda sekeluarga tabah dan kuat.”
28. “Turut berduka cita atas kembalinya (diisi nama) ke Bapa di Surga. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberi tambahan kemampuan dan penghiburan pada keluarga yang ditinggalkan.”
29. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Aku turut berduka cita atas kehilangan yang telah menimpamu.”
30. “Semua ini adalah konsep baik dari Allah. Kita harus terima kepergiannya bersama ketabahan dan hati lapang.”
Umumnya pemakaian kata-kata belasungkawa ini dijadikan keliru satu kata yang bisa menghibur keluarga yang sedang ditinggal, bukan hanya itu saja bersama mengucapkan ucapan ini kita juga bisa turut mendoakan seseorang yang telah meninggal tadi.


log in

reset password

Back to
log in